Jakarta – Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengumumkan perubahan besar dalam sistem seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026. Sistem baru ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas lebih bagi peserta dan efisiensi dalam proses rekrutmen ASN secara nasional.
Kepala BKN Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan bahwa ke depannya, nilai Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang diperoleh peserta akan berlaku selama dua tahun. Konsep ini mirip dengan sistem TOEFL yang memungkinkan peserta menggunakan sertifikat nilai dalam jangka waktu tertentu.
“Nanti hasilnya seperti tes TOEFL, bisa dipakai selama dua tahun. Jadi tidak akan ramai-ramai ikut tes,” ujar Zudan dalam acara Pembukaan Pelatihan Dasar CPNS dan Orientasi PPPK yang disiarkan melalui kanal YouTube Pusbangkom MKMB.
Jadwal Seleksi Lebih Fleksibel
Tidak hanya soal masa berlaku nilai, BKN juga merencanakan perubahan signifikan dalam jadwal pelaksanaan tes. Jika selama ini seleksi CPNS digelar secara serentak di seluruh Indonesia, ke depannya peserta akan memiliki kebebasan memilih jadwal tes sesuai kesiapan masing-masing.
“Kami sedang mendesain sistem tes CPNS tidak barengan seperti sekarang,” tambah Zudan. Artinya, peserta dapat memilih jadwal untuk mengikuti Computer Assisted Test (CAT) di kantor BKN terdekat tanpa harus menunggu gelombang nasional.
Bagi Anda yang sedang mempersiapkan diri, pastikan untuk rutin berlatih mengerjakan soal cpns agar lebih siap menghadapi seleksi nantinya.
Dampak Sistem Baru bagi Calon Pelamar
Perubahan ini membawa sejumlah keuntungan bagi para pencari kerja yang ingin mengikuti pendaftaran CPNS. Dengan masa berlaku nilai SKD selama dua tahun, peserta tidak perlu mengulang tes dari awal jika belum mendapatkan formasi yang diinginkan pada tahun pertama.
Selain itu, sistem yang tidak serentak diyakini akan mengurangi kepadatan peserta di setiap lokasi tes sehingga proses seleksi berjalan lebih tertib dan nyaman. Peserta juga memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri secara matang.
Evaluasi Sistem Sebelumnya
Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi BKN terhadap penyelenggaraan seleksi CPNS tahun-tahun sebelumnya. Zudan mencatat bahwa pada tahun 2024-2025, BKN telah menggelar tes kepada 6,6 juta orang dengan kuota satu juta yang diterima dan biaya sekitar Rp1 triliun. Angka yang sangat besar ini mendorong BKN untuk mencari solusi yang lebih efisien.
Bagi peserta yang ingin mempersiapkan diri menghadapi ujian SKD, sangat disarankan untuk memperbanyak latihan soal. Kunjungi pusat soal cpns untuk mendapatkan berbagai materi latihan yang lengkap dan terupdate.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai syarat dan ketentuan terbaru, Anda bisa membaca artikel terkait CPNS 2026 siap dibuka.
Sumber: IDN Times